Ujian Tahfidz di PP IT Al-Ittihad
UJIAN HARUS BENAR-BENAR HAFAL
Diantara metode untuk menjamin kedhobitan adalah system ujian yang ketat. Ujian tahfidz di PP IT Al-Ittihad tergolong cukup ketat karena pihak penguji tidak diperkenankan untuk membantu santri dengan pancingan-pancingan. Tugas penguji hanya menyimak, jika santri tidak mampu lagi untuk melanjutkan setoranya maka santri tersebut harus mundur, guru penguji tidak boleh memancing dengan menyebutkan awal ayatnya atau menyebutkan terjemahanya.
Memang kalau dilihat sekilas program ujian tersebut terasa berat, tetapi ternyata bagi santri justru menjadi tantangan yang mengasikan, pasalnya dalam setiap penyelesaian satu lembar maka ada tikror ( mengulang hafalan ) sampai ketika sudah dapat satu juz maka mereka mengulangi setor satu juz, sehingga ketika tes mereka sebenarnya sudah cukup siap untuk menghadapinya. Program ini terbukti efektif karena dapat memacu santri untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an, melantunkanya dalam setiap kesenggangan sehingga hati menjadi tentram karenanya.
Isma’il Majid santri kelas 2 SMP asal Binangun Cilacap tadinya kesulitan untuk menghafal, bahkan di kelas 1 SMP ia harus menerima kenyataan tinggal kelas karena tidak dapat menyelesaikan setoran tahfidz, tetapi setelah program tersebut dijalankan ternyata dia dapat menyelesaikan program tahfidz bahkan merampungkan setoran sekali duduk, Al-hamdulillah.

Komentar
Posting Komentar